Blog EntryApa kata duniaa..Nagabonar (masih) 1 is back!!May 8, '08 3:20 PM
for everyone

Buat yang pernah nonton film Nagabonar yang dibintangi Deddy Mizwar, Nurul Arifin dkk jaman jebot tentu masih ingat dengan catch phrase : "Apa kata duniaaa....!" yang merupakan trade mark si Nagabonar. Waktu saya dapet "hadiah" DVDnya Nagabonar (jadi) 2..ketika menontonnya ada kerinduan & harapan untuk bisa melihat lagi versi klasiknya yang menurut saya lebih "nendang" dan lebih "seru" ...Pucuk dicinta ulam tiba...tadi malam dapet kabar dari de' Tyas...Alhamdulillah akhirnya harapan terkabul juga... Review adek'ku yang satu itu saya posting disini saja untuk sekedar berbagi..buat mereka yang juga merindukan si Nagabonar klasik seperti saya hehehe....sekarang tinggal nunggu DVD formatnya deh karena belum bisa pulang ngurusin si 3 hurup tea hikhikhik..ya sudah disyukuri saja dari  jauh dulu.....hehehe...

Semoga oh semoga dimasa mendatang banyak film film nasional Indonesia yang bisa di selamatkan dan dalam format digital yang ciamik serta bisa dinikmati kalangan generasi yang lebih muda...Amiiin.

Tyas..thanks for the review..love it!!

==

NAGABONAR (masih) 1
is BACK!

21
tahun bukan waktu yang pendek untuk sebuah film dapat terus diingat
oleh para penontonnya… film Nagabonar adalah salah satu film Indonesia
yang masih terus melekat di hati penonton Indonesia…

Gembira, salut dan haru… itu yang saya rasakan saat menyaksikan kembali film Nagabonar di layar lebar saat Premiere kemarin malam. Film yang diproduksi tahun 1986 dan release di bioskop
tahun 1987, telah mengalami perbaikan besar-besaran secara teknis agar
dapat kembali disaksikan dengan kualitas yang baik. Saya tidak terlibat
langsung dalam proses ini, tapi cukup mengikuti step by step prosesnya. Mulai dari kondisi negative dan positive film-nya yang hancur, warnanya yang hilang, scratch, berjamur sampai dengan sound-nya yang sudah parah...

Dengan
niat dan semangat yang tinggi, bang Deddy Mizwar dan tim melewati semua
proses untuk memperbaiki kondisi film yang rusak ini, dan
Alhamdulillaah. . walaupun harus mengeluarkan biaya yang besar (bisa
buat bikin 1 film baru..he..he. .), keribetan teknis yang luar biasa dan
tentu saja waktu yang cukup panjang (hampir setahun…), akhirnya film
ini bisa release kembali di bioskop mulai besok hari Kamis tanggal 8 Mei 2008, di semua jaringan bioskop di Indonesia… bertepatan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional…

Rasa haru yang saya rasakan awalnya mungkin lebih karena hubungan emotional yang besar, karena saat film ini dibuat – saya masih usia SMP – mengikuti proses produksinya mulai dari persiapan sampai shooting,
juga hadir, menyaksikan dan merasakan kemenangan film ini sebagai film
terbaik di FFI 1987…. dan 20 tahun kemudian merasakan kerinduan pada
tokoh legendaris ini, kemudian terinspirasi untuk membuat film
Nagabonar jadi 2, yang Alhamdulillaah juga menjadi Box Office… dan menjadi film terbaik FFI 2007...

Tapi
ternyata keharuan itu menjadi semakin dalam ketika melihat reaksi
penonton-penonton muda yang menyaksikan premiere kemain malam, mereka
adalah penonton muda yang 21 tahun lalu belum lahir atau masih sangat
kecil dan belum menyaksikan film ini, lucunya termasuk beberapa bintang
film Nagabonar jadi 2, yang sejujurnya juga belum pernah menyaksikan
film fenomenal ini... :) Mereka bisa tertawa dan menangis, bahkan
beberapa tidak percaya kalau film ini adalah produksi sineas Indonesia
21 tahun yang lalu…

Rasanya
respon mereka tidak berlebihan, menyaksikan film ini adalah menikmati
sebuah film dari alur scenario yang luar biasa matang dari seorang
sastrawan besar Asrul Sani (Alm), berkali-kali saya harus berdecak
kagum dengan dialog-dialog yang begitu sarat makna, problema sampai
dengan rasa kebangsaan yang tersirat di film ini masih sangat relevan
dengan kondisi bangsa kita saat ini… karakter-karakter yang kuat
divisualkan dengan sangat sederhana, natural dalam pengadeganan dari
seorang sutradara senior MT. Risyaf…., dan menurut saya chemistry antar pemain di film ini terjalin dengan sangat kuat, tercermin dalam kenaturalan acting setiap pemainnya… Excellent…

Mudah-mudahan
di antara film-film Indonesia saat ini yang masih dipenuhi oleh
cerita-cerita hantu dan percintaan anak-anak, film Nagabonar bisa
memenuhi kerinduan kita semua, bernostalgia untuk yang sudah pernah
menonton, dan untuk yang sudah punya anak usia belasan tahun, nggak
apa2 diajak menyaksikan film ini…, dan untuk penonton muda Indonesia..
yang sudah menyaksikan film Nagabonar jadi 2 dan ingin tahu latar
belakang Jenderal Nagabonar yang mantan pencopet itu… nonton deh di
bioskop… dengan kualitas warna, suara, musik yang lebih baik dari film
aslinya…

Regards,
Tyas A. Moein


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
inongi wrote on May 8
kata adek ku, nagabonar yg baru dapat banyak piala citra Mbak Adi.....
entar kl pulang aku mau beli juga ah....
rasti812 wrote on May 8, edited on May 8
inongi said
kata adek ku, nagabonar yg baru dapat banyak piala citra Mbak Adi.....
entar kl pulang aku mau beli juga ah....
benar Eda, masuk dalam film terbaik FFI 2007..=). Produsernya itu bikin nagabonar (jadi) 2 karena gitu juga kangen sama nagabonar (masih) 1 hehehe...buat yang belum nonton nagabonar 1 tapi udah nonton nagabonar 2 mungkin jadi bisa lebih "ngeh" sejarah si raja copet itu..=). Kayaknya DVD versi klasiknya belum muncul Eda, mungkin tunggu beberapa bulan lagi (kecuali bajakan...tapi jangan deh ah..produsernya temen baik soalnya hehehehe..). Kalau yang nagabonar (jadi) 2 itu sudah beredar lama DVDnya..=)
rtvanda wrote on May 8
semoga gak dibajak!!!
pulang beli ah......:-D mo nitip, mbak Adi?
wehaz wrote on May 8
niwanda wrote on May 8
Duh jadi merasa bersalah, bulan lalu nonton bajakannya soalnya. Versi belum diperbarui sih. Itu aja udah bikin terharu, ketawa, komplit lah. Coba lagi di pulau yang ada bioskopnya... Tapi insyaAllah beli kalau tar keluar DVD aslinya, habis keren banget sih filmnya!
rasti812 wrote on May 8
rtvanda said
semoga gak dibajak!!!
pulang beli ah......:-D mo nitip, mbak Adi?
Walah...wong sudah koq..hehehe...lha itu mbak niwanda sudah lihat bajakannya... susyeh deh di Indonesia mah bajak membajak cekatan skaleee..=) kekekeke...ini nawarin nih?...*inget cerita si Raafi...*
rasti812 wrote on May 8
wehaz said
Ini ada bacaan seru juga di balik NB ini mbak:http://biangpenasaran.multiply.com/journal/item/45/KETEKUNAN_NAGABONAR
Thankyou mbak Wanda..iya di milis milis cinematografi juga seru ngikutin cerita proses perbaikan tsb...benernya banyak loh film kuno (klasik) Indonesia yang bagus-bagus tapi ya gitu gak terselamatkan disamping cekak teknologi kitanya, biaya untuk perbaikan mehil banget...compare to bikin film hari gini dengan sistem serba digital jatuhnya jadi selangit...
rasti812 wrote on May 8
niwanda said
Duh jadi merasa bersalah, bulan lalu nonton bajakannya soalnya. Versi belum diperbarui sih. Itu aja udah bikin terharu, ketawa, komplit lah. Coba lagi di pulau yang ada bioskopnya... Tapi insyaAllah beli kalau tar keluar DVD aslinya, habis keren banget sih filmnya!
Hahaha...hebat bener ya bajakan itu bisa keluar sebelum primernya tsk..tsk...coba energy,dan kecekatan dalam membajak di transfer ke hal-hal positif kita pasti bisa maju pesat...hehehe...iya itu film emang bagus...sarat dengan pesan bijak tapi gak menggurui...=)
susieutomo wrote on May 9
Kenapa ya, rasanya film2 klasik kita kok malah jauh lebih centil dan cerdas ?
rasti812 wrote on May 9
Kenapa ya, rasanya film2 klasik kita kok malah jauh lebih centil dan cerdas ?
Mungkin salah satu faktornya karena jaman jebot prosesnya belum bisa se instan jaman sekarang mbak..=) jadi creative thingking lebih tertantang dan terpoles..tapi kalau dipikir lagi perflm-an kita itu sempet mati suri cukup lama, ketika produk yang dibuat monoton (jaman fil hantu era suzanna, slapstik komedi eranya Warkop, lantas Jojon lantas srimulat...bikin film semua dengan nada sama...ya kaput creativitynya semaput penonton juga menghilung...hehehe...ketika produksi terlalu masive mengikuti "trend" maka titik jenuh akan cepat tercapai, moment menentukan...contoh: film ayat-ayat cinta..momentnya pas ketika orang sudah jenuh carut marut dengan tayangan mistis gak jelas di Indo...hehehe jadi banyak faktornya...bisa jadi juga jaman sekarang di Indonesia hidup relatively lebih "sulit", orang males mikir rumit-rumit atau tepatnya semakin males dari yang dasarnya sudah males dan maunya instan aja karena kehidupan hari hari juga udah sangat rumit, jadi kekritisan terhadap pembuatan sajian tayangan film juga nggak setajam jaman dulu...who knows..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help