Blog EntryIs having a disability necessarily a handicap? Jun 27, '06 12:55 PM
for everyone

Is having a disability necessarily a handicap?

 

You might think that questions like those above have a simple and straightforward answer. It does not. Nothing is absolute in the human condition, and not all concepts are consistent across culture. Many answers have been suggested to resolve these questions. Definition of disability and handicap differ because of differences in attitudes, beliefs, orientation, discipline and culture. Explanation of the concept of disability and handicap vary, as do opinion on whether disability must always impair a person’s ability to participate in mainstream society. Some concepts of disability hold that disability would disappear if society were organized some other way. Is that so? Why would the response to disability be different across cultures? Some scholars such as Grossman (1998) and Erevelles(1996) propose that the concept of disabilities is a political and economic necessity of societies that require a class structure. Other scholars like Kaufman (1997)  do not accept the position that disability is the result a stratified society and reject the idea that everyone should be treated a like. An extreme need for “sameness” forces people to minimize disability – to the worst, even deny its existence. People need to focus on the concept of “difference” and the related necessity of making value judgments .

            Simple questions do not always have simple answers. Discussing about the relationship between disabilities and being handicapped is not only an important concept but an interesting one as well. They way people are treated can limit their independence and opportunities. We are still left with the question of whether the terms disability and handicap are synonymous. If they are, the disability could then be viewed as a difference, a characteristic that sets and individual apart from everyone else, something that makes the individual less able or inferior. Many profession (Medical and/or Psychology) view disabilities in terms of deviance – a model whereby the majority of the population is considered “normal” and a disability sets the individual apart. In that view, it is the disability that restricts and individual’s ability to reach his or her potential, rather than the individual being handicapped by society’s attitudes. And what of gifted individuals with exceptional talents and outstanding intellect? Do people’s attitudes about their differences handicap them and prevent them from achieving their potential? Misconception and stigmatization in the society on certain disability influence how people are treated. Bias and discrimination influence people’s outcomes in such a way that what is thought of as a severe disability in one society might not handicap a person’s efforts to achieve his or her potential in another society.

In the special education world the terms of Impairments, Disability and Handicap are commonly used. Impairment  is a loss or abnormality (anatomical, psychological, or physical);  Disability is limitation in the ability to perform certain tasks in the same manner as most individuals do and Handicap is a problem or disadvantage in interacting with the environment. Evidence abounds that disabilities and/or   exceptionalities are part of the human condition. It’s not a disease (therefore you can’t “cure” it  but you can learn how to live with it and have a productive and meaningful life with the disability. The disability and exceptionality are uniqueness of each individual. People should see the person  rather than the label. The important issue is not whether disabilities and/or exceptionalities exist but, rather, how people view and react to them?  If people are treated fairly and able to realize their potential without considerable support from others, may be as a society we are expending considerable energy where it is not necessary.

 

 


21 CommentsChronological   Reverse   Threaded
mbakari wrote on Jun 27, '06
Salah satu aspeknya dari tulisan Mbak Adi ini, interesting sekali kala pertama kali saya datang ke US dan lihat kakek2 usia 75 bagging groceries di supermarket. Bandingkan kalau jadi manula di Jawa, sering dikhawatirkan anak cucu misalnya nggak boleh jalan sendiri dan harus ditemani. Jadi manula itu secara tidak langsung terus dicap disabled atau handicap. Tapi society kita di tanah air biasanya mengartikannya begitu. Ini juga dampaknya lebih jauh pada penyediaan lapangan kerja buat manula... Boro2 manula, orang yang berusia di atas 25 tahun saja sudah susah cari kerjaan karena di kolom lowongan pekerjaan biasanya disebutkan usia maksimal... sucks! Cari pegawai dengan based on the age itu kalau di sini 'kan namanya DISKRIMINASI, and it's against the law.... Konyolnya sudah max 25 tahun harus punya pengalaman pula... hehehe... dan yang lebih bikin bete kalau di persyaratannya diminta untuk berpenampilan menarik... doooh??? On and on and on...
familiedyka wrote on Jun 27, '06
kesian di ind ya mbak...oot nih mbak...dulu aku inget banget deh mbak..masak tetanggaku hanya krn dia cacat tubuh, harus masuk slb sih..padahal anaknya pandaaiii banget...
Comment deleted at the request of the author.
dialogkecil wrote on Jun 27, '06
(Mau quote 1 paragraf kok ngikut semua?) Pokoke cuma mau bilang: setujuu...!
rasti812 wrote on Jun 27, '06, edited on Jun 27, '06
hehehe...iya mbak Ari, however, memang sedikit sulit untuk situasi yang mbak Ari jabarkan. Range usia produktif di US sini juga relatively lebih lama sekitar 5 tahunan kira-kira. Di Indo usia pensiun umumnya kan 55-60 tahun..di sini 60-65. Dan sistem budaya berkeluarga juga beda, disini anak bukan "asset" orangtua untuk jaminan ngurusin kalau sudah sepuh...hehehehe...ditimur kan kebalikannya, kalau bisa ortu sampe meninggal ya kita rawat sendiri...lantas kalau disini bila termasuk golongan biasa (nggak kaya, nggak miskin) biar sudah pensiun juga diusahakan untuk bisa tetap kerja part-time (kalau nggak mau hidup ngirit banget), kenapa?biar bisa tetep punya insurance yang bagus...kekekeke... karena expense untuk health care & insurance manula itu tinggi banget...(ini yang masih didebatkan antara republican vs democrate, relate to penyaluran tax money untuk medicaid..=).However yang disebut mbak Ari benar adanya, treatment lingkungan bisa mempengaruhi performance seseorang...termasuk manula.
rasti812 wrote on Jun 27, '06
kesian di ind ya mbak...oot nih mbak...dulu aku inget banget deh mbak..masak tetanggaku hanya krn dia cacat tubuh, harus masuk slb sih..padahal anaknya pandaaiii banget...
Lha itu bu In, jaman itu (sampai sekarang pun) sistem pendidikan untuk anak berkekhususan masih dalam bentuk restrictive environment (belum ada alternative inclussion (walau ngawuran..hehehe) waktu itu kali ya...jadi memang menurut perundangan di Indonesia kalau cacat tubuh dan sekolah biasa nggak mau nerima alternative pilihan hanya sekolah khusus walau belum tentu sekolah khusus tersebut memiliki fasilitas maupun program yang sesuai untuk anak berkekhususan yang dimaksud...mirip di US tahun 50-anlah..
rasti812 wrote on Jun 27, '06
(Mau quote 1 paragraf kok ngikut semua?) Pokoke cuma mau bilang: setujuu...!
Hee..mbak Sofie, thanks..dah liburan mbak?
rostati wrote on Jun 28, '06
Mbak Adi, paling pusing kalo di sekolah ada anak yang "unik", tapi guru-gurunya, orang tua, dan kepala sekolah, juga psikolog di sekolah pengetahuannya terbatas soal disability, impairment atau handicap, jadi ya cuma tebak-tebak buah manggis he he he. Guru bilang gini, orang tua bilang gitu, psikolog bilang anu...Si anak tetep aja nggak tau mau digiminain.
rasti812 wrote on Jun 28, '06
rostati said
jadi ya cuma tebak-tebak buah manggis he he he. Guru bilang gini, orang tua bilang gitu, psikolog bilang anu...Si anak tetep aja nggak tau mau digiminain.
Therefor mbak tati, yang harusnya ditegakkan di Indonesia itu
1). multidiscipline assessment (for diagnosed & placement purposes)
2). Collaborative multidiscipline - interventions/remediation
Dengan demikian maka nggak akan jadi tebak-tebak buah manggis, meminimal trial-error risks dan lebih time effective & lebih efisien.
Karena dunia special needs itu nggak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang keilmuwan maupun satu profesi keahlian saja. Manusia itu kan mahluk yang sangat kompleks, kalau mau efektif penanganan problem dan kekhususannya maka harus dilihat secara kompleks (berbagai segi yang menyeluruh) juga. Sayangnya di Indonesia masing-masing bidang professi masih memiliki "gengsi" professi yang sangat tinggi dan sangat narsis, dimana satu professi merasa lebih baik dan lebih benar dari professi lainnya, jadi yang diagnosed sama yang intervensi/remedial nggak nyambung...belum lagi kesalahan diagnosed resikonya tinggi banget kalau hanya dilihat dari satu sudut pandang keilmuan saja....bantuin aku negakin ini di Indonesia mau?...hehehe ngarep.com
asnani wrote on Jun 28, '06
masih dalam rangka LC-na Ari,
Ari baru aja dikasih tau ada sekolah di sini yang menyelenggarakan tigak jenis kelas, reguler, enhanced and special needs. Kategori tsb lebih ditekankan pada kerangka berpikir, tidak mengutak-atik cacat fisik. Belum diterangin secara detail sih, soalnya Ari masih sibuk banget, tapi Ari suka dengan konsepnya, asyik.

Selintas Ari diterangin begini, misal ada setumpuk Tomat di atas meja. Pertanyaannya adalah, "What is that?" Anak reguler akan bilang, "Tomat", anak enhanced bilang, "Tomat merah", anak special needs bilang "Bulat".....

kalau di Indo, special needs mungkin masuk kategori anak bodoh, tapi kalau di sekolah tsb, mereka masuk special needs. karena tidak ada anak yang bodoh, tapi memang daya tangkap mereka berbeda. Nanti kalau enhanced lain lagi... pokoknya asyik deh, sayang otak Ari saat ini lagi ga muat untuk dijejelin ilmu lain, hiks...
Rie-
my2cubs wrote on Jun 28, '06
In the special education world the terms of Impairments, Disability and Handicap are commonly used. Impairment is a loss or abnormality (anatomical, psychological, or physical); Disability is limitation in the ability to perform certain tasks in the same manner as most individuals do and Handicap is a problem or disadvantage in interacting with the environment.
mbak adi, aku jadi inget salah satu distance relative suami yg di mobilnya ada tanda itu, sticker biru dengan gambar wheel chair. aku nggak negrti apakah dia ini impaired, disabled atau handicaped. abis kelihatan sehat betul. waktu aku tanya, dg tenangnya dia jawab biar gampang cari tempat parkir. lha ini gimana toh?
enniarief wrote on Jun 28, '06
The important issue is not whether disabilities and/or exceptionalities exist but, rather, how people view and react to them? If people are treated fairly and able to realize their potential without considerable support from others, may be as a society we are expending considerable energy where it is not necessary.
In Holland we do have indeed a company whose specialized for those categories either disabilities or handicap people. These company still growing with its making profits as any other company. The potentials which in a society called "disabilities and handicap" people unbelievable.
How really unfair they mostly treated by majority, among other things such as by jobless people whose capable and healthy enough to do any job they offered by any subsidized job centre in this country.

Right, back to the nature its about mentality, self-respect and its a country system. Well, then its about any political situation which seem to me endless suppose to talk about it. Besides, I don't like politic that's all.

So, it doesn't easy to give a simple and straightforward answer indeed. Whether someone is disable person or a handicap. I give you an example at my work. Girls (they are so young.... ugh......) refused to do such a routine daily work which according to them its too risky and too heavy. Would you like to know what kind of work exactly? Well, to change some spot-lights in the shop (on the ceiling...haha....). Bye.......warmest regards from me in a beautiful town Blaricum, Holland.

rasti812 wrote on Jun 29, '06, edited on Jun 29, '06
I give you an example at my work. Girls (they are so young.... ugh......) refused to do such a routine daily work which according to them its too risky and too heavy. Would you like to know what kind of work exactly? Well, to change some spot-lights in the shop (on the ceiling...haha....).
the person on that example is not disable nor handicap..it's just a plain lazy butt!! kekekekeke....BTW Netherland is one of the country that I'd love to do a co-join research with its scholars in the future...nanti kalau kesana boleh mampir ya mbak..hehehe salam hangat dari Indiana
rasti812 wrote on Jun 29, '06
my2cubs said
mbak adi, aku jadi inget salah satu distance relative suami yg di mobilnya ada tanda itu, sticker biru dengan gambar wheel chair. aku nggak negrti apakah dia ini impaired, disabled atau handicaped. abis kelihatan sehat betul. waktu aku tanya, dg tenangnya dia jawab biar gampang cari tempat parkir. lha ini gimana toh?
Benernya untuk dapetin handicap sticker & tags musti kasih proof record of disability or veteran ke BMV (Bureau of Motor Vehicle) dan permitnya berlaku tiap 6 bulan- 1 tahun ada fee khusus untuk ini. Tergantung statenya kalau di IN peraturannya sih both sticker & tags harus dipasang untuk bisa parkir di handicap parking spot.Banyak juga senior citizen or veteran yang bisa dapet tags ini kalau memang bisa kasih proof of disability. Perkara gampang cari tempat parkir, di clinic tempatku magang ada juga sih beberapa staff (dari dept lain sih) yang suka gitu...(nggak etis banget ya)...kadang suka iseng aku celetukin...eh nggak usah pake sticker kalau mau gampang parkir, pake baju hamil aja...kekekekek kan ada tuh special spot for bumil...ntar pada senyum kecut ke daku kekeke...abis pada punya beer belly...ngaku hamil juga orang percaya kekekeke....
rasti812 wrote on Jun 29, '06
asnani said
Ari baru aja dikasih tau ada sekolah di sini yang menyelenggarakan tigak jenis kelas, reguler, enhanced and special needs
Hmmm... apakah ini model umum di Canada? UUnya gimana di sana?...Di US sini sudah di endorced amandemen UU untuk full inclussion Juni tahun 2004, dengan kebijakan No Child Left Behindnya si Bush...jadi nggak boleh ada kelas-kelas khusus kalau nggak terpaksa banget...orientation for placement setting kudu start dari least restrictive environment (general ed.). Setting placement untuk special needs/GT jadi sangat bervariasi dan sekarang lebih fokus ke inclussion karena udah ada UUnya. Model seperti Canada ada juga..tapi pelan-pelan berangsur mau diminimalkan..karena pembagian kelas dimari dibilang diskriminasi..you know-lah US.
asnani wrote on Jul 2, '06
wah ga tau juga mengenai UU sekolah disini. I'll check if I have time loh... I am more concern about UU in Indonesia, hehehe...

Reguler itu kelas umum seperti pada umumnya; enhanced itu untuk gifted children yang pinter, punya prestasi dan keahlian khusus; dan special needs untuk anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Tidak semua sekolah kok punya tiga jenis kelas, jadi kalau ada gifted child nanti dikumpul aja jadi satu di sekolah tertentu, demikian juga untuk anak-anak yang butuh perhatian khusus. Untuk masuk kelas enhanced atau special needs ada testnya dulu.

btw, tetangga Ari yang anaknya autism juga disekolahkan di sekolah umum kok, dicampur dengan anak-anak lain, tapi ada satu guru khusus yang duduk dekat dia (special needs) untuk membimbingnya mengikuti pelajaran.
Rie-
rasti812 wrote on Jul 3, '06
asnani said
Reguler itu kelas umum seperti pada umumnya; enhanced itu untuk gifted children yang pinter, punya prestasi dan keahlian khusus; dan special needs untuk anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Kalau untuk G&T (Gifted) dengan kekhususan masuknya ke mana?...just curious.. karena banyak orang pikir anak G&T itu hanya semata pinter (gifted) berprestasi dan punya keahlian khusus, padahal pada kenyataannya anak G&T banyak juga yang memiliki kekhususan terutama dengan descrepancy developments yang dialaminya maka banyak yang njomplang sana sini (terutama prilaku dll) antara kemampuan dan performances akhirnya malah di golongin anak bermasalah..kalau di Indonesia malah nggak diakui dan pada di label macem-macem dari Autistic, ADHD sampe ke LD..ngawur banget...pan kasihan..=(...hik hik
asnani wrote on Jul 3, '06
Enhanced itu kalau ga salah looooh, tergantung dari hasil test anak tsb punya kemampuan lebih dimana, nanti kurikulum yang diberikan pada anak tsb akan lebih memperdalam kemampuannya tsb. Misalnya, kalau dia tertarik dan punya kemampuan lebih di bidang seni nanti dia akan banyak menerima ilmu seni, dan ilmu-ilmu lain yang terkait dengan kemampuannya tsb.

I just found out, dari tetangga juga, bahwa untuk pelajaran Matematika saja untuk kelas reguler pun ada beberapa pilihan yang akan disesuaikan dengan rencana anak tsb selepas SMA.

In short, curriculum developer disini kerja keras banget, banyak alternatives mata pelajaran yang mereka tawarkan agar sesuai dengan kemampuan dan minat students.
Rie-
mamaabram wrote on Jul 13, '06
Wah baru baca sekarang nih. Asyik juga tuh membaca ulasan Mbak Adi dan Mbak Ari. Sambung dong....
rasti812 wrote on Jul 14, '06
asnani said
In short, curriculum developer disini kerja keras banget, banyak alternatives mata pelajaran yang mereka tawarkan agar sesuai dengan kemampuan dan minat students.
Rie-
Jadi curious, sistem curriculum di Canada itu gimana sih mbak Arie? Ada web resmi governmentnya nggak untuk informasi ini? Di US bentuk curriculum by law dari federal itu general banget, lantas masing-masing state boleh bikin aturan daerah sendiri-sendiri (sistemnya sangat otonomi untuk sistem pendidikan di US). Selama ini saya suka banding-banding antara state satu dengan lainnya karena bisa beda banget deh, koq ya nggak kepikir ngebandingin sama Canada. Malah bandinginnya sama Belanda, Jepang, Australi (karena ada temen aja di sana yang bisa ditanyain). Kalau mbak Arie sempet dan tahu link info related berkabaran ya bu..=)
rasti812 wrote on Jul 14, '06
Wah baru baca sekarang nih. Asyik juga tuh membaca ulasan Mbak Adi dan Mbak Ari. Sambung dong....
Eh Kak Is saya juga baru baca balesannya mbak Arie..=), makasih ya kak dah mau mampir-mampir..=)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help